POSTED ON 18 Feb 2016

114 0

Begini Cara Record Label Ngehasilin Uang


Movers, pasti pada punya grup musik atau penyanyi favorit yang musiknya enak-enak di telinga kan? Selain peran para musisi yang menciptakan berbagai karya musik yang mengagumkan, peran record label disini juga sangat penting. Hingga akhirnya musik dari para musisi sampai ke telinga kita, hal tersebut sudah melewati berbagai tahapan dan proses yang cukup panjang. Selain menghasilkan rilisan baik fisik maupun digital, record label juga harus bisa menghasilkan uang yang akan menguntungkan baik pihak musisi juga pihak record labelnya sendiri. Ya, uang ini itung-itung hasil dari jerih payah para musisi dan record label selama bikin karya musik tersebut lah, Movers.

Record label sebenarnya bisa kita bagi menjadi 2 kategori, record label major dan indie. Record label major biasanya lebih banyak mengeluarkan banyak uang. Uang yang dikeluarkan oleh pihak record label major biasanya digunakan untuk proses rekaman, promosi, dan sebagainya. Berbeda dengan record label major, label indie biasanya mengeluarkan biaya lebih sedikit karena mereka bekerja secara independent. Karena biaya yang dikeluarkan record label major lebih besar, maka uang yang akan dihasilkan pun biasanya akan lebih besar pula daripada record label indie.

Sebagian orang mungkin hanya mengetahui kalo record label hanya menghasilkan karya musik saja, tanpa tahu kalo mereka juga mampu menghasilkan uang. Lalu, apa saja sih yang dilakukan orang-orang record label hingga akhirnya mereka bisa ngehasilin uang?

 

Biaya Rekaman

Selama melakukan rekaman berbagai karya yang nantinya akan hadir di CD, pihak record label major mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hal tersebut disebabkan karena record label major memiliki tenaga ahli dan menggunakan alat-alat yang sudah pro. Jika record label indie, biaya rekaman ini bisa lebih diperkecil karena biasanya proses rekaman dilakukan di studio rumahan.

 

Biaya Produksi

Setelah melewati proses rekaman, karya musik biasanya akan dibuat kedalam bentuk fisik seperti kaset dan CD. Setiap keping rilisan fisik tersebut tentunya memerlukan biaya. Besar tidaknya biaya yang dikeluarkan dapat diseuaikan dengan materi yang dipilih untuk CD tersebut seperti bahan cover hingga design CD nya.

 

Biaya Promosi

Setelah sebuah album CD siap untuk dijual, pihak record label biasanya akan melakukan berbagai macam promosi agar karya musik yang mereka hasilkan dapat dikenal oleh banyak orang. Berbagai langkah promosi ini biasanya dilakukan melalui media tv, radio, media cetak, media online, hingga melalui tour ke beberapa kota.

 

Biaya Royalti

Pihak record label selanjutnya akan mendaftarkan hasil karya mereka pada pihak yang bersangkutan. Jika di Indonesia kita lebih mengenalnya dengan istilah HAKI atau Hak Atas Kekayaan Intelektual. Gunanya, agar karya yang sudah dibuat memiliki hak paten dan bisa dituntut jika suatu saat ada pihak yang menggunakan karya tersebut tanpa sepengetahuan pihak record label.

 

Pendapatan Record Label

Setelah mengeluarkan berbagai biaya mulai dari biaya rekaman hingga biaya royalti, pihak record label kemudian akan menerima hasil dari penjualan CD yang dibuatnya. Bisnis record label ini sebenarnya bisa dibilang beresiko sih, Movers. Makanya, sebelum sebuah grup musik memasuki dapur rekaman dan siap untuk dipromosikan, pihak record label harus memperkirakan terlebih dahulu apakah karya musik yang dihasilkan akan banyak disukai atau tidak. Proses ini tidak sembarangan, karena jika dilakukan secara asal bisa-bisa record label mengalami kerugian akibat terlalu banyak biaya yang dikeluarkan dan minim penjualan karena salahnya perhitungan.

 

Kalo dilihat dari berbagai prosesnya yang cukup rumit, jadi gak akan mau dong kalo kita ngebajak atau mengunduh musik dari musisi yang kita sukai dengan cara ilegal? Yuk dukung dan hargai kerja keras mereka dengan cara membeli musik yang original ya, Movers!

 

Tags :

Share on :