POSTED ON 04 Des 2015

453 0

10 Sejarah Tentang Kereta Api yang Harus Kamu Tahu


Movers masih inget dong dengan semboyan “Jas Merah” singkatan dari “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”. Semboyan tersebut sangat terkenal karena pernah dibawakan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Bapak Ir. Soekarno dalam sebuah pidato kenegaraannya dalam rangka HUT RI tahun 1966. Sejarah sangat penting untuk kita ketahui karena dapat memberikan pengetahuan dan pelajaran mengenai berbagai kejadian yang pernah terjadi. Dari berbagai banyak sejarah yang ada, kali ini kita bakal ngebahas tentang 10 sejarah kereta api yang merupakan jenis transportasi umum yang banyak digunakan oleh para masyarakat di Indonesia. Yuk kita bahas, Movers!

 

1. Stasiun Kereta Api Pertama: Stasiun Tambaksari

Stasiun yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini awalnya merupakan sebuah stasiun dengan nama Stasiun Semarang NIS atau singkatan dari Nederlandsch Indische Spoorweg, sebuah perusahaan kereta api swasta yang membangun jaringan kereta api di semarang yang kemudian menjadikan stasiun ini menjadi stasiun tertua di semarang dan di Indonesia yang dibangun pada 16 Juni1864.

 

2. Terowongan Kereta Api Terpanjang: Terowongan Wihelmina

Terowongan Wihelmina merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia dengan panjang terowongan sepanjang 1116 Meter yang terletak di perbatasan Desa Bagolo dan Desa Emplak, Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Dibangun oleh perusahaan kereta api SS atau Staats Spoorwegen 1914 dan mulai digunakan pada tahun 1921. Karena mahalnya biaya oprasional dan sedikitnya pemasukan, maka pada tahun 1981 terowongan ini ditutup seiring ditutupnya rute Banjar-Cijulang.

 

3. Jembatan Kereta Api Terpanjang: Jembatan Cikacepit

Jembatan Cikacepit berada pada jalur kereta api Banjar – Pangandaran – Cijulang yang memiliki panjang 190 meter dan terbuat dari rangka baja dengan lebar 1,7 meter. Karena sudah tidak digunakan lagi, kini kondisi jembatan cikacepit sudah sangat menghawatirkan.

 

4. Gerbong Tua di Magelang

Monumen Kereta Api di Ambarawa memiliki sebuah gerbong tua yang dipindahkan dari sebuah sub terminal Kebonpolo Kota Magelang. Gerbong tua tersebut sudah berada di Magelang sejak tahun 1986 dan kemudian dipindahkan ke museum kereta api di Ambarawa karena kondisinya yang sudah sangat tidak terawat. Dulunya, gerbong ini digunakan sebagai kereta untuk mengangkut penumpang jalur Magelang- Yogyakarta dan mendapatkan perhatian dari para pecinta kereta api di kota Magelang.

 

5. Jembatan Cincin di Jatinangor

Sebelum dikenal menjadi sebuah daerah dengan perguruan tinggi terkenal di Bandung, dulunya Jtinangor merupakan sebuah daerah perkebunan yang mengahsilkan banyak hasil kebun seperti karet dan teh untuk Belanda. Sebagai sebuah penunjang kelancaran hasil karet, pada tahun 1918 sampai 1942 dibangunlah sebuah jembatan kereta api untuk mengangut hasil perkebunan oleh Belanda. Hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942, jembatan ini kemudian dibongkar karena dianggap sudah tidak terpakai lagi.

 

6. Monumen Kecelakaan Kereta Api di Padang Panjang

Monumen ini dibuat sebagai bentuk peringatan kecelakaan yang pernah terjadi di Padang Panjang pada 25 Desember 1944 dan 3 Maret 1945. Tugu tersebut juga sebagai tanda batu nisan karena dibawahnya terdapat banyak potongan jasad korban kecelakaan dengan kondisi yang mengenaskan. Sampai saat ini, kisah mistis tugu tersebut sudah sangat melekat dan beredar menjadi urban legend bagi masyarakat setempat.

 

7. Jalur Kereta Api Pangandaran

Kereta api yang sudah terkenal sebagai sebuah transportasi masal masyarakat Insonesia mengalami beberapa kemunduran seiring dengan persaingan jenis transportasi yang hadir. Salah satu kemunduran pada transportasi kereta api adalah dengan ditutupnya jalur kereta api Pangandaran yang merupakan bagian dari jalur Banjar- Pangandaran – Cijulang di daerah selatan Jawa.

 

8. Jalur Kereta Api Muaro-Pekanbaru (Jejak Romusha)Jalur kereta api Muaro- Pekanbaru sering juga disebut sebagai “jalur kereta api maut” karena dibuat pada masa Perang Dunia kedua saat Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang. Jalur yang dibuat dari Muaro ke Pekanbaru Riau ini dibuat antara tahun 1943 hingga 1945 dan dibangun oleh 50.000 orang Romusha atau tawanan perang Belanda. Selama pembuatan jalur tersebut, dikabarkan 26.000 pekerjanya meninggal karena keadaan kerjanya yang sangat mengerikan dan tidak manusiawi.

 

9. Jalur Kereta Api Saketi-Bayah (Jejak Romusha)

Sama halnya seperti jalur Muaro – Pekanbaru, jalur Saketi-Bayah yang terletak di wilayah Banten Selatan ini menjadi sebuah bukti kekejaman para penajajah terhadap para pekerja pembangunan jalur kereta api yang kebanyakan merupakan Romusha atau tawanan perang Belanda. Pembangunan jalur sepanjang 89 kilometer ini memakan 93.000 korban jiwa.

 

10. Hari Kereta Api Indonesia

Munculnya kereta api di Indonesia diawali dengan pembangunan jalur kereta di daerah Semarang pada 17 juni 1864 yang menjadikan kereta api menjadi sarana transportasi masal yang banyak digunakan oleh banyak masyarakat. Hingga memasuki era kemerdekaan, sekelompok karyawan KA yang tergabung dalam AMKA atau Angkatan Moeda Kereta Api mulai mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari jepang. Dan pada tanggal 28 September 1945 perkeretaapian sudah berada di tangan Indonesia maka hingga sekarang tanggal tersebut sering kita rayakan sebagai hari kereta api Indonesia.


Tags :

Share on :