POSTED ON 27 Juni 2016

21 0

Ternyata, Nonton Film Bisa Memanipulasi Otak


Movers, mungkin kamu pernah nonton film yang bener-bener bikin baper karena jalan ceritanya mirip banget sama yang pernah kamu alamin. Atau baper karena berhasil seolah-olah masuk ke dalam diri kamu yang bikin kamu ngerasain apa yang terjadi di film itu. Nah, ternyata kekuatan audio visual yang ada pada film ini memang bisa memengaruhi pikiran kamu. Gimana sih caranya?

 

Film yang menghibur, menurut Uri Hasson, psikolog dari Princeton University mengatakan dalam penelitiannya, dia ngelihat aktivitas otak para penonton film “The Good, The Bad, and The Ugly” naik turun dalam waktu yang bersamaan dengan orang lain yang menonton film yang sama. Sinkronisasi yang terjadi ini juga terjadi di bagian otak yang mengenali audio, dan bagian yang memproses dan mengenali visual.

 

Menurut Hasson ini terjadi karena film dengan gambar-gambar yang diambil secara hati-hati bisa banget mengatur otak para penontonnya. Begitu juga pas Hasson meneliti para penonton fil “Dog Day Afternoon”, dari pemindaian otak 70% aktivitas otak dari semua penonton meningkat. Jadi film ini mengambil alih respon otak dari para penontonnya.

 

Cuman, ini enggak terjadi di semua tayangan, karena menurut Hasson, justru setelah nonton reality show di TV yang pengambilan gambarnya tidak terstruktur dengan baik, aktivitas para penonton ini cenderung rendah, atau kurang dari lima persen. 

Hal ini masuk akal. Para pembuat film mikir bahwa aktivitas otak para penonton bisa sama tinggi di film-film yang bisa dinikmati, sementara rendah di film-film yang enggak ‘dapet’ banget feel-nya buat para penontonnya.

 

Selain dari otak, seorang ilmuwan mata dari University of London melakukan penelitian di mana dia ngikutin jejak gerakan mata dari 75 orang yang lagi nonton potongan bagian aksi dari film “Iron Man 2” di mana gerakan mata cenderung berat ke hal-hal penting yang terjadi di film tersebut.

 

Menurut Jon Favreau, sutradara dari film tersebut, “Alat efek visual terbaik adalah otak dari para penontonnya di mana mereka akan menyambungkan semua adegan sampai itu jadi masuk akal.”

 

Berarti, secara enggak disadari, para pembuat film ini memang paham banget sama cara kerja persepsi visual.

 


Tags : Film, Video

Share on :